
Matheus Cunha, Berseragam Manchester United, Fans Senang!
Matheus Cunha Adalah Salah Satu Talenta Sepak Bola Asal Brasil Yang Berhasil Mencuri Perhatian Di Panggung Internasional. Lahir pada 27 Mei 1999 di João Pessoa, Brasil, Cunha di kenal sebagai penyerang yang memiliki kecepatan, kelincahan, serta kemampuan teknis yang mumpuni. Ia memulai karier profesionalnya di Eropa bersama FC Sion di Liga Swiss sebelum namanya melambung saat bermain di Bundesliga bersama RB Leipzig dan Hertha Berlin.
Cunha di kenal sebagai pemain serbabisa di lini depan. Ia mampu bermain sebagai penyerang tengah maupun second striker, dengan gaya bermain yang mengandalkan dribel cepat dan naluri gol yang tajam. Pada tahun 2021, ia menarik perhatian klub-klub besar setelah menjadi bagian penting dalam skuad Brasil yang meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020. Di turnamen tersebut, Cunha mencetak beberapa gol penting dan menunjukkan ketajamannya di depan gawang.
Setelah tampil impresif, Matheus Cunha bergabung dengan Atlético Madrid di La Liga. Meski sempat kesulitan beradaptasi di awal, ia menunjukkan potensi besar ketika di beri kesempatan tampil lebih sering. Ia kemudian di pinjamkan ke Wolverhampton Wanderers (Wolves) di Liga Inggris pada awal 2023, sebelum akhirnya direkrut secara permanen. Di Premier League, Cunha menjadi salah satu andalan Wolves dengan kontribusi gol dan assist yang signifikan.
Selain kemampuan teknis, Cunha juga di kenal memiliki etos kerja tinggi dan semangat juang yang luar biasa di lapangan. Ia tidak segan turun membantu pertahanan dan selalu aktif mencari ruang di lini serang. Hal ini membuatnya di sukai oleh pelatih dan penggemar.
Dengan usianya yang masih muda, Matheus Cunha di prediksi akan menjadi salah satu pemain penting bagi tim nasional Brasil di masa depan. Jika konsisten menjaga performa dan terus berkembang, ia berpotensi menjadi bintang besar yang bisa membawa klub dan negaranya meraih prestasi gemilang.
Perjalanan Klub Matheus Cunha
Matheus Cunha telah menapaki perjalanan karier yang menarik di berbagai klub Eropa, sejak meninggalkan Brasil untuk meniti karier di benua biru. Berikut adalah rangkuman Perjalanan Klub Matheus Cunha:
- FC Sion (2017–2018)
Karier profesional Cunha di Eropa dimulai bersama FC Sion di Liga Swiss. Di klub ini, ia mencetak 10 gol dari 29 pertandingan liga, penampilan yang cukup impresif untuk pemain muda dan berhasil menarik perhatian klub-klub besar Eropa. - RB Leipzig (2018–2020)
Cunha bergabung dengan RB Leipzig di Bundesliga Jerman pada 2018. Meskipun tidak selalu menjadi starter, ia mencatat momen spesial dengan mencetak gol spektakuler yang kemudian dinobatkan sebagai Bundesliga Goal of the Season 2018/19. Namun, karena persaingan ketat di lini depan, ia akhirnya memilih hengkang. - Hertha BSC (2020–2021)
Pindah ke sesama klub Bundesliga, Hertha Berlin, Cunha menjadi pemain inti dan tampil konsisten. Dalam 40 penampilan, ia mencetak 13 gol dan memberikan banyak assist. Di klub ini, Cunha menunjukkan perkembangan signifikan dalam kemampuan menyerang dan kreativitasnya. - Atlético Madrid (2021–2023)
Performanya di Jerman membuat Atlético Madrid tertarik merekrutnya. Meski sempat menunjukkan kilasan kemampuan, Cunha kesulitan mendapatkan menit bermain yang konsisten di bawah Diego Simeone, pelatih yang lebih mengutamakan pertahanan. - Wolverhampton Wanderers (2023–2025)
Pada Januari 2023, Cunha di pinjamkan ke Wolves di Premier League. Penampilannya cukup memuaskan, dan Wolves akhirnya mengontraknya secara permanen. Di Inggris, Cunha mulai menemukan performa terbaiknya dan menjadi salah satu pilar serangan Wolves. Dan Kini Cunha telah pergi menuju Manchester United.
Dengan pengalaman di berbagai liga top Eropa dan usia yang masih muda, Matheus Cunha memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan bersinar di panggung sepak bola dunia.
Pada 1 Juni 2025, Manchester United Mengonfirmasi Telah Menuntaskan Transfer Cunha
Pada 1 Juni 2025, Manchester United Mengonfirmasi Telah Menuntaskan Transfer Cunha dari Wolverhampton Wanderers dengan nilai £62,5 juta—nilai klausul rilis dalam kontrak pemain asal Brasil tersebut. Cunha kemudian menandatangani kontrak selama lima tahun hingga Juni 2030, plus opsi perpanjangan satu tahun tambahan. Ini menjadi momen penting sebagai rekrutan pertama Ruben Amorim sejak di tunjuk sebagai manajer Manchester United pada November 2024.
Musim lalu, Cunha tampil impresif bagi Wolves. Ia mencetak 15 gol di Premier League dan total 33 gol dalam 92 pertandingan bersama Wolves selama 2,5 musim, menjadikannya top performer klub serta membawa rekor penjualan tertinggi dalam sejarah klub ini.
Keputusan mendatangkan Cunha didorong langsung oleh strategi Ruben Amorim dalam membangun tim baru yang ofensif dan agresif. Kontribusi dan gaya bermainnya dinilai cocok dengan skema pressing dan juga transisi cepat yang diterapkan oleh pelatih asal Portugal itu.
Cunha juga menyatakan betapa besar makna kepindahannya ke Old Trafford: “Manchester United adalah tim Inggris favorit saya sejak kecil,” ujarnya, mengenang masa menonton Premier League melalui televisi di Brasil. Ia pun tak sabar menjalani pramusim dan memulai babak baru di karier profesionalnya.
Bersama Bryan Mbeumo, Cunha menjadi bagian dari fondasi lini depan baru yang dibentuk MU pada jendela transfer musim panas 2025, dengan harapan bisa mengatasi jebloknya produktivitas musim sebelumnya (<44 gol) dan mempercepat kebangkitan klub.
Dengan kontrak jangka panjang dan dukungan penuh dari pelatih Ruben Amorim, transfer ini memberi sinyal optimisme bagi para pendukung Manchester United. Kehadiran Cunha di harapkan bisa menjadi katalis kebangkitan Setan Merah di musim mendatang.
Cunha Di Kenal Sebagai Penyerang Yang Memiliki Gaya Bermain Serba Bisa
Matheus Cunha Di Kenal Sebagai Penyerang Yang Memiliki Gaya Bermain Serba Bisa dan dinamis. Ia bukan tipikal striker murni yang hanya menunggu bola di kotak penalti, melainkan seorang penyerang modern yang aktif bergerak, kreatif, dan mampu menciptakan peluang sendiri maupun untuk rekan setimnya.
Berikut ciri khas gaya bermain Cunha:
- Mobilitas Tinggi
Cunha kerap turun ke lini tengah untuk menjemput bola dan juga ikut membangun serangan. Ia senang melakukan pergerakan antar lini (between the lines) yang memecah konsentrasi bek lawan. Hal ini memudahkannya membuka ruang bagi pemain lain untuk masuk ke area berbahaya.
- Dribbling dan Teknik Individu
Cunha punya kemampuan menggiring bola yang sangat baik. Ia mampu melewati satu atau dua pemain dengan cepat berkat sentuhan bola yang halus dan kontrol tubuh yang seimbang. Kemudian Dribbling-nya sering memicu peluang emas di sepertiga akhir lapangan.
- Finishing Kreatif
Ia bukan finisher klasik seperti striker target-man. Cunha lebih mengandalkan ketenangan, akurasi, dan improvisasi dalam mencetak gol. Baik melalui kaki kanan, kiri, maupun sundulan, ia bisa memaksimalkan peluang dengan berbagai cara unik.
- Pressing dan Kerja Keras
Di bawah pelatih seperti Diego Simeone dan kini Ruben Amorim, Cunha menunjukkan intensitas tinggi saat kehilangan bola. Ia aktif melakukan pressing dan closing down pemain belakang lawan, menjadikannya penting dalam sistem high-press.
- Fleksibel Posisi
Ia bisa bermain di beberapa posisi: sebagai penyerang tengah, second striker, winger kiri, atau bahkan sebagai gelandang serang. Fleksibilitas ini membuatnya mudah beradaptasi dengan berbagai formasi dan skema taktik.
Dengan kombinasi teknik, visi, dan kerja keras, gaya bermain Matheus Cunha sangat cocok untuk filosofi sepak bola modern yang menekankan kolektivitas dan kecepatan. Kini, di bawah arahan Ruben Amorim di Manchester United, gaya main Cunha di prediksi akan semakin berkembang dan eksplosif. Itulah tadi beberapa ulasan mengenai transfer Matheus Cunha.