Tips

Tips Sederhana Merawat AC Mobil Yang Jarang Di Pakai Biar Awet

Tips Sederhana Merawat AC Mobil Supaya Tahan Lama Dan Awet, Karena Banyak Pemilik Mobil Selalu Mengabaikannya. Entah karena pekerjaan yang mengharuskan di rumah, jadwal yang padat, atau sekadar mobil cadangan. Kondisi ini berdampak tidak hanya pada mesin dan aki, tetapi juga pada sistem air conditioning (AC) mobil. Padahal, AC merupakan komponen penting untuk kenyamanan berkendara, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Dalam kondisi terparkir lama, sistem AC yang tidak di rawat bisa mengalami beragam masalah seperti bau tidak sedap, saluran yang lembap, hingga kurang dinginnya udara. Berikut beberapa Tips Merawat AC Mobil biar Awet.

  1. Nyalakan AC Secara Berkala

Satu kesalahan umum pemilik mobil jarang di gunakan adalah membiarkan AC dalam kondisi mati total selama berminggu-minggu. Padahal, menjalankan AC secara berkala minimal 10–15 menit setiap minggu. Sangat penting untuk menjaga sirkulasi fluida dan pelumasan komponen seperti kompresor dan seal-seal karet di dalam sistem. Ketika AC tidak di pakai, komponen ini bisa mengering dan meningkatkan risiko kebocoran refrigerant atau aus pada gasket. Itu tadi Tips merawat AC yang pertama.

2. Tips Yang Kedua Jaga Kebersihan Kabin dan Filter AC

Kebersihan kabin mobil berdampak besar pada kinerja AC. Debu, kotoran, dan partikel udara yang menumpuk dalam kabin dapat masuk ke filter AC dan menyumbat aliran udara. Kondisi ini membuat AC bekerja lebih keras serta mengurangi daya dingin dan sirkulasi udara yang sehat. Membersihkan kabin secara berkala dan membuka ventilasi selama beberapa menit dapat membantu menyingkirkan debu yang tersisa.

Selain itu, filter kabin harus diperiksa dan dibersihkan atau diganti sesuai dengan anjuran pabrikan. Filter yang kotor tidak hanya menurunkan performa pendinginan tetapi juga bisa menjadi sumber bau apek ketika AC dinyalakan kembali setelah lama tidak digunakan.

  1. Cek dan Bersihkan Komponen AC

Beberapa komponen AC seperti kondensor dan blower rentan terhadap penumpukan kotoran, terutama jika mobil sering berhenti di area berdebu. Kotoran pada kondensor dapat menghambat pelepasan panas dari sistem pendingin dan membuat AC kurang efektif mendinginkan udara. Membersihkan kondensor setidaknya setiap kali mobil dicuci atau servis berkala dapat memperpanjang usia sistem AC dan menjaga performanya tetap optimal.

Selain itu, memastikan saluran dan ventilasi bebas dari daun, debu, atau benda asing juga membantu sirkulasi udara menjadi lebih lancar saat AC di nyalakan. Membersihkan ventilasi kabin dengan kuas lembut atau penyedot debu bisa di lakukan sendiri oleh pemilik mobil sebagai tindakan pencegahan yang sederhana.

4. Hindari Kebiasaan Yang Membebani AC

Beberapa kebiasaan tidak sehat dapat mempercepat kerusakan sistem AC, terutama ketika mobil jarang di pakai. Contohnya adalah merokok di dalam mobil atau membuka jendela saat AC menyala, yang tidak hanya mengurangi efisiensi AC tetapi juga mempercepat penumpukan polutan dalam sistem. Sisa asap, debu dan partikel dari luar bisa memengaruhi kualitas udara serta membuat sistem AC bekerja lebih keras sehingga berpotensi memperpendek umur komponen.

Selain itu, menghindari penggunaan AC pada suhu ekstrem terlalu sering misalnya suhu paling rendah secara terus-menerus — juga dapat membantu mengurangi beban kerja sistem, sehingga kompresor dan bagian-bagian lainnya tetap awet.

5. Servis Rutin oleh Profesional

Walaupun beberapa perawatan dapat di lakukan sendiri, pemeriksaan berkala oleh teknisi profesional tetap di anjurkan. Servis tahunan oleh bengkel resmi atau teknisi berpengalaman dapat mencakup pemeriksaan freon, kebocoran, kondisi kompresor, dan integritas sistem keseluruhan. Langkah ini penting untuk mendeteksi potensi masalah lebih awal sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius dan memerlukan biaya besar.

Dengan menjalankan langkah-langkah sederhana di atas, pemilik mobil yang jarang di pakai bisa menjaga AC mereka tetap berfungsi efektif. Perawatan yang teratur tidak hanya meningkatkan kenyamanan berkendara tetapi juga mengurangi risiko kerusakan komponen yang lebih mahal di kemudian hari.