Hifema

Hifema Dan Perawatan Medis, Kapan Harus Ke Dokter Mata?

Hifema Adalah Kondisi Medis Ketika Terjadi Penumpukan Darah Di Ruang Anterior Mata, Yaitu Area Antara Kornea Dan Iris. Darah yang terkumpul ini biasanya berasal dari pembuluh darah kecil di iris atau struktur mata lainnya yang pecah akibat benturan atau cedera. Meskipun terlihat kecil, hifema merupakan kondisi yang cukup serius dan memerlukan penanganan medis segera untuk mencegah kerusakan mata lebih lanjut.

Penyebab paling umum hifema adalah trauma fisik pada mata, seperti pukulan, benturan saat olahraga, atau kecelakaan. Namun, hifema tidak selalu disebabkan oleh cedera. Kondisi ini juga dapat terjadi karena kelainan pembekuan darah, komplikasi setelah operasi mata, infeksi, atau penyakit tertentu seperti diabetes dan hipertensi yang memengaruhi pembuluh darah.

Gejala Hifema dapat bervariasi tergantung tingkat keparahannya. Pada kasus ringan, pasien mungkin hanya merasakan penglihatan buram atau adanya bayangan merah dalam penglihatan. Pada kasus lebih parah, darah dapat terlihat jelas sebagai lapisan di bagian bawah mata. Hifema juga dapat menyebabkan nyeri mata, sensitivitas cahaya berlebihan, dan peningkatan tekanan bola mata. Jika tidak di tangani, tekanan yang meningkat ini dapat menyebabkan glaukoma sekunder. Yang berisiko mengganggu penglihatan permanen.

Penanganan Hifema umumnya di mulai dengan istirahat total pada mata, termasuk membatasi aktivitas fisik dan menjaga posisi kepala tetap tegak agar darah mengendap di bawah. Dokter biasanya memberikan obat penurun tekanan mata atau obat untuk mencegah pembekuan darah yang berlebihan. Pada beberapa kasus, pasien di anjurkan menggunakan pelindung mata untuk mencegah cedera tambahan.

Jika jumlah darah terlalu banyak atau tidak kunjung membaik, prosedur medis seperti evakuasi darah mungkin di butuhkan untuk menghindari kerusakan saraf optik. Pemeriksaan lanjutan juga penting untuk memastikan tidak ada komplikasi yang muncul.

Gejala Utama Hifema

Hifema adalah kondisi ketika darah terkumpul di ruang depan mata (antara kornea dan iris). Gejalanya bisa muncul tiba-tiba setelah cedera atau berkembang perlahan. Berikut beberapa Gejala Utama Hifema:

  1. Penglihatan Buram

Ini adalah gejala paling umum. Penglihatan tampak seperti berkabut, berbayang, atau tidak fokus karena darah menghalangi jalur cahaya menuju retina.

  1. Adanya Bercak atau Lapisan Merah di Mata

Pada kasus ringan, darah hanya tampak sebagai titik kecil. Pada kasus sedang hingga berat, darah bisa terlihat sebagai lapisan merah yang mengendap di bagian bawah mata.

  1. Sensitivitas terhadap Cahaya (Fotofobia)

Penderita sering merasa silau atau tidak nyaman saat melihat cahaya terang. Hal ini terjadi karena peradangan di dalam mata yang membuat iris bekerja lebih keras.

  1. Nyeri pada Mata

Nyeri biasanya muncul setelah cedera dan dapat semakin berat jika tekanan di dalam mata meningkat. Rasa sakit bisa terasa berdenyut atau menusuk.

  1. Tekanan Bola Mata Meningkat

Meskipun tidak dapat dirasakan secara langsung, peningkatan tekanan ini menyebabkan rasa nyeri, sakit kepala, atau rasa berat pada mata. Ini dapat memicu komplikasi seperti glaukoma sekunder jika tidak ditangani.

  1. Penurunan Tajam Penglihatan

Pada kasus yang lebih parah, penderita bisa mengalami penurunan penglihatan drastis, bahkan hanya mampu melihat bayangan atau cahaya.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika seseorang mengalami cedera mata dan merasakan salah satu gejala di atas, sebaiknya segera periksa ke dokter mata. Hifema yang tidak di tangani dengan cepat dapat menyebabkan kerusakan permanen pada saraf optik.

Penyebab Kondisi Ini Yang Paling Sering Di Temui

Hifema terjadi ketika pembuluh darah di dalam mata pecah dan mengeluarkan darah ke ruang anterior (ruang antara kornea dan iris). Berikut adalah Penyebab Kondisi Ini Yang Paling Sering Di Temui:

  1. Cedera atau Trauma pada Mata (Paling Umum)

Ini adalah penyebab utama hifema. Benturan langsung pada mata dapat menyebabkan pembuluh darah kecil di iris atau struktur mata lainnya pecah.
Contohnya:

  • Terkena bola saat bermain olahraga
  • Pukulan saat perkelahian
  • Terjatuh dan mengenai sudut benda keras
  • Kecelakaan lalu lintas

Cedera tumpul adalah penyebab tersering, tetapi luka sayatan atau benda tajam juga bisa menyebabkan hifema berat.

  1. Komplikasi Setelah Operasi Mata

Beberapa prosedur operasi, seperti operasi glaukoma atau katarak, dapat berpotensi menyebabkan pendarahan kecil di mata. Ini biasanya terjadi jika pembuluh darah lemah atau terjadi iritasi pascaoperasi.

  1. Kelainan Pembekuan Darah

Penderita gangguan koagulasi darah lebih rentan mengalami hifema karena pembuluh darah mudah pecah atau darah sulit menggumpal. Contohnya:

  • Hemofilia
  • Penyakit Von Willebrand
  • Konsumsi obat pengencer darah (warfarin, aspirin dosis tinggi, atau heparin)
  1. Infeksi dan Peradangan di Mata

Beberapa infeksi atau peradangan (uveitis, iritis) dapat melemahkan pembuluh darah di dalam mata sehingga lebih mudah pecah.

  1. Tumor atau Kelainan Pembuluh Darah Mata

Walaupun jarang, beberapa jenis tumor atau kelainan pembuluh darah di iris atau bagian dalam mata dapat memicu pendarahan spontan.

  1. Penyakit Sistemik

Certain underlying conditions can increase the risk of bleeding in the eye, such as:

  • Diabetes
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Anemia sel sabit (sickle cell anemia), terutama pada anak dan remaja
  • Pada penderita anemia sel sabit, hifema dapat muncul meski cedera sangat ringan.

Penyebab hifema paling sering adalah trauma, tetapi kondisi medis tertentu dan komplikasi operasi juga bisa memicu pendarahan. Jika seseorang mengalami cedera mata atau mendadak melihat bercak merah pada mata. Sebaiknya segera konsultasi ke dokter mata untuk mendapat pemeriksaan dan penanganan cepat.

Pengobatan Hifema

Pengobatan Hifema bertujuan untuk menghentikan pendarahan, menjaga tekanan bola mata tetap normal, serta mencegah komplikasi jangka panjang seperti glaukoma atau kerusakan saraf optik. Penanganannya berbeda tergantung tingkat keparahan hifema.

  1. Istirahat dan Posisi Kepala Di tinggikan

Ini adalah langkah pertama dan paling penting. Pasien biasanya di minta:

  • Mengurangi aktivitas fisik
  • Tidak membungkuk, mengangkat beban, atau melakukan gerakan tiba-tiba
  • Tidur dan duduk dengan posisi kepala lebih tinggi 30–45 derajat
  • Posisi ini membantu darah mengendap di bagian bawah mata sehingga tidak menutupi penglihatan.
  1. Menggunakan Pelindung Mata

Dokter akan menyarankan penggunaan eye shield untuk melindungi mata dari tekanan, sentuhan, atau cedera tambahan. Ini penting terutama pada pasien anak-anak.

  1. Obat-obatan

Dokter dapat memberikan:

  • Obat penurun tekanan mata (misalnya jenis beta-blocker atau obat lain untuk glaukoma)
  • Obat antiinflamasi untuk mengurangi peradangan
  • Obat penghambat penggumpalan ringan khusus pada beberapa kasus tertentu, terutama pada penderita anemia sel sabit
  • Hindari aspirin dan ibuprofen, karena dapat memperparah pendarahan
  • Pasien tidak boleh menggunakan obat sembarangan tanpa supervisi dokter mata.
  1. Pembatasan Aktivitas

Beberapa hal yang harus di hindari:

  • Aktivitas berat
  • Olahraga kontak fisik
  • Mengucek mata
  • Mengemudi jika penglihatan masih buram
  • Istirahat total sangat membantu proses pemulihan.
  1. Pemantauan Tekanan Mata

Tekanan bola mata harus dipantau secara rutin karena risiko peningkatan tekanan sangat tinggi pada hifema. Jika tekanan meningkat, dokter dapat menyesuaikan obat atau melakukan tindakan tambahan.

  1. Prosedur Evakuasi Darah (Jika Di perlukan)

Pada kasus hifema berat atau jika darah tidak terserap setelah beberapa hari, dokter mungkin melakukan:

  • Pembedahan kecil untuk mengeluarkan darah dari ruang anterior mata
  • Prosedur ini penting untuk mencegah kerusakan saraf optik dan menjaga penglihatan pasien

Sebagian besar hifema dapat sembuh dengan istirahat, obat yang tepat, dan pemantauan intensif. Namun, penanganan dokter mata sangat penting karena hifema bisa menyebabkan komplikasi serius jika di abaikan Hifema.