Site icon BeritaMetro24

Raymond Muratalla Sukses Pertahankan Sabuk IBF

Raymond Muratalla

Raymond Muratalla Sukses Pertahankan Sabuk IBF

Raymond Muratalla Juara Dunia Kelas Ringan International Boxing Federation (IBF), Kembali Menunjukkan Dominasi Dan Kekuatannya Di Atas Ring. Dalam pertarungan perebutan gelar yang digelar di Fontainebleau, Las Vegas, Muratalla berhasil mempertahankan gelar juara kelas ringan setelah menang atas Andy Cruz, juara tinju Olimpiade.

Pertarungan ini berlangsung sengit dan penuh strategi selama 12 ronde. Muratalla yang semula di anggap underdog dalam laga ini mampu mengatasi tantangan besar dari Cruz yang di kenal sebagai salah satu petinju amatir terbaik dan peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2021.

Sejak bel pertama berbunyi, Raymond Muratalla tampil agresif dan terus memberi tekanan kepada Cruz. Alih-alih mengubah gaya bertarungnya untuk bertahan, petinju asal Fontana, California ini memilih menekan lawan sepanjang pertandingan. Kombinasi serangan bertubi-tubi dan kerja kaki yang cerdas membuat kemenangan berada di pihaknya.

Meskipun Cruz berusaha melakukan serangan balasan, ia sering terpaksa bergerak mundur dan lebih banyak mengandalkan counterpunch. Namun usaha tersebut tidak cukup untuk mengimbangi konsistensi dan dominasi Raymond Muratalla. Sehingga skor akhir dewan juri berpihak padanya melalui keputusan mayoritas. Skor yang dicatat adalah 118-110, 116-112, dan satu skor imbang 114-114.

Mengapa Kemenangan Ini Penting bagi Raymond Muratalla

Bagi Muratalla, kemenangan ini bukan sekadar mempertahankan gelar juara dunia, tetapi juga memperkuat reputasinya di divisi kelas ringan. Dengan hasil tersebut, ia mempertahankan rekor tak terkalahkan menjadi 25 kemenangan tanpa kekalahan, termasuk 17 kali kemenangan melalui KO.

Petinju berusia 29 tahun ini awalnya mendapat status juara penuh dunia setelah mantan juara IBF kelas ringan, Vasiliy Lomachenko, memutuskan pensiun pada 2025. Muratalla kemudian merebut gelar interim lewat kemenangan atas Zaur Abdullaev pada Mei 2024 dan kemudian di angkat menjadi juara penuh.

Kemenangan atas Cruz juga menjadi pertahanan gelar pertama Muratalla setelah resmi menjabat sebagai juara dunia penuh. Ini menjadi bukti bahwa dia mampu menghadapi lawan berpengalaman dan keterampilan teknis tinggi seperti Cruz. Sekaligus membuktikan bahwa ia layak berada di puncak kelas ringan IBF.

Kekalahan Pertama Bagi Andy Cruz

Sementara itu, kekalahan ini menjadi yang pertama dalam karier profesional Cruz. Sebelum melawan Muratalla, Cruz mencatat rekor 6 kemenangan (3 KO) tanpa kekalahan. Ia dikenal luas karena prestasinya sebagai atlet amatir yang luar biasa, terutama setelah meraih medali emas Olimpiade, namun transisi ke tinju profesional membawa tantangan baru.

Cruz sejatinya tampil berani dan memiliki teknik tinggi. Ia beberapa kali melancarkan kombinasi pukulan yang bersih. Namun gaya bertarungnya yang lebih banyak mundur kurang efektif menghadapi tekanan konstan dari Muratalla. Akhirnya, meskipun memiliki modal pengalaman besar di amatir. Cruz harus mencatat kekalahan profesional pertamanya dalam laga ini.

Makna Pertandingan Bagi Dunia Tinju

Pertarungan ini menjadi momen penting di dunia tinju kelas ringan. Muratalla menunjukkan bahwa ia bukan sekadar juara sementara, tetapi telah berkembang menjadi kekuatan utama di kelasnya. Kemenangannya melawan Cruz membuka peluang pertarungan yang lebih besar di masa depan, termasuk kemungkinan unifikasi gelar dengan juara dari asosiasi lain.

Di pihak lain, Cruz, meski kalah, menunjukkan bahwa pembalap dengan latar belakang amatir tinggi tetap memiliki tempat penting di tinju profesional. Kekalahan ini bukan akhir dari perjalanan kariernya, tetapi menjadi pelajaran berharga dalam transisi dari status amatir ke profesional.

Raymond Muratalla kembali mempertahankan gelar juara dunia kelas ringan IBF dengan penampilan yang penuh determinasi dan strategi matang melawan Andy Cruz, juara Olimpiade yang ambisius. Kemenangan ini memperkuat rekornya tanpa kekalahan dan menegaskan posisinya sebagai salah satu petinju teratas di divisi. Di sisi lain, meskipun Cruz menelan kekalahan profesional pertama, performanya tetap menjadi sorotan yang memberikan dinamika baru bagi dunia tinju kelas ringan.

Exit mobile version