
Desa Pasir Ampo Terjadi Banjir Yang Melanda Hingga Kini Belum Juga Surut Dan Banyak Mengeluh Tentang Penyakit Kulit
Desa Pasir Ampo Terjadi Banjir Yang Melanda Hingga Kini Belum Juga Surut Dan Banyak Mengeluh Tentang Penyakit Kulit. Genangan air yang bertahan selama beberapa hari membuat aktivitas warga lumpuh, sementara kondisi kesehatan masyarakat mulai terganggu. Sejumlah warga mengeluhkan munculnya penyakit kulit, seperti gatal-gatal, ruam, hingga iritasi pada kaki dan tangan akibat terlalu sering bersentuhan dengan air banjir.
Kondisi ini di perparah karena air banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menggenangi jalan, halaman, dan fasilitas umum. Banyak warga terpaksa tetap beraktivitas dalam kondisi air yang keruh, bercampur lumpur, dan di duga mengandung kotoran. Sebagian warga juga menyebut air banjir berbau tidak sedap, sehingga memunculkan kekhawatiran adanya pencemaran.
“Sudah beberapa hari ini banjir belum turun, kulit jadi gatal-gatal. Apalagi anak-anak, kasihan,” ujar seorang warga.
Genangan Lama Picu Masalah Kesehatan
Petugas kesehatan menjelaskan bahwa banjir yang tidak surut dalam waktu lama berpotensi menimbulkan berbagai penyakit. Selain penyakit kulit, kondisi seperti ini juga bisa memicu diare, demam, infeksi saluran pernapasan, hingga leptospirosis jika ada kontaminasi kencing tikus.
Namun penyakit kulit menjadi keluhan yang paling cepat muncul karena warga bersentuhan langsung dengan air banjir saat berjalan, membersihkan rumah, atau mengangkat barang. Umumnya gejala awal berupa gatal, kemerahan, atau lecet di area kaki, terutama bagi warga yang tidak menggunakan alas kaki atau sepatu boots.
“Air banjir biasanya bercampur lumpur dan bakteri. Kalau kulit ada luka kecil saja, mudah sekali iritasi atau infeksi,” ujar tenaga kesehatan di lokasi.
Air Bersih Sulit, Desa Pasir Ampo Kesulitan Jaga Kebersihan
Warga Desa Pasir Ampo juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih. Sebagian sumur warga terendam sehingga tidak bisa digunakan, sementara stok air bersih terbatas. Akibatnya, warga kesulitan menjaga kebersihan tubuh maupun lingkungan.
Bagi sebagian keluarga, mandi atau mencuci menjadi masalah besar. Ada yang terpaksa menggunakan air banjir untuk kebutuhan tertentu karena tidak memiliki pilihan lain. Padahal, penggunaan air banjir dapat meningkatkan risiko infeksi kulit dan penyakit lainnya. Air Bersih Sulit, Desa Pasir Ampo Kesulitan Jaga Kesehatan.
Beberapa warga berharap bantuan air bersih dari pemerintah daerah maupun relawan dapat segera di tambah, terutama untuk kebutuhan mandi, mencuci pakaian anak, hingga membersihkan rumah setelah banjir surut.
Warga Minta Penanganan Cepat
Selain bantuan kesehatan, warga menuntut adanya langkah cepat untuk mengatasi genangan banjir yang belum surut. Menurut warga, banjir kali ini terbilang lebih parah karena air bertahan lama dan merendam sejumlah titik pemukiman.
Di duga terdapat beberapa faktor penyebab seperti hujan deras berulang, saluran drainase tersumbat, hingga luapan sungai yang tidak mampu menampung debit air.
“Kami minta ada normalisasi saluran air. Jangan setiap hujan selalu banjir dan lama surutnya,” kata salah satu tokoh masyarakat.
Petugas Kesehatan Mulai Lakukan Pemeriksaan
Pihak puskesmas setempat di sebut telah mulai melakukan pemantauan kesehatan di lokasi banjir. Beberapa warga yang mengalami keluhan kulit di berikan salep anti gatal dan obat ringan. Anak-anak juga menjadi perhatian karena kulit mereka lebih sensitif dan berisiko mengalami infeksi lebih cepat. Petugas Kesehatan Mulai Lakukan Pemeriksaan.
Tenaga kesehatan mengimbau warga untuk:
-
menghindari kontak langsung dengan air banjir
-
menggunakan alas kaki seperti sandal atau sepatu boot
-
segera membersihkan kulit dengan sabun setelah beraktivitas
-
mengoleskan antiseptik bila ada luka
-
segera berobat jika muncul luka bernanah, demam, atau bengkak
Harapan Warga: Banjir Segera Surut dan Bantuan Bertambah
Hingga saat ini, warga Desa Pasir Ampo berharap banjir segera surut agar kehidupan bisa kembali normal. Selain kerusakan rumah dan perabotan, ancaman kesehatan juga menjadi beban tambahan yang membuat warga semakin tertekan.
Warga berharap pemerintah segera mempercepat penanganan banjir dan memperkuat layanan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia, agar keluhan penyakit kulit tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.