Site icon BeritaMetro24

China Hasilkan Listrik dari Turbin Angin Raksasa di Udara

China

China Hasilkan Listrik dari Turbin Angin Raksasa di Udara

China Telah Mengembangkan Turbin Angin Raksasa Yang Mengapung Di Udara Untuk Menghasilkan Listrik Tanpa Harus Mendirikan Menara Tinggi. Teknologi ini di pandang sebagai langkah maju dalam pemanfaatan sumber energi hijau yang belum tergarap sebelumnya yakni angin berkecepatan tinggi di ketinggian.

Sistem turbin angin ini disebut S1500, di kembangkan oleh perusahaan asal Beijing China, SAWES Energy Technology, bekerja sama dengan sejumlah institusi penelitian termasuk Universitas Tsinghua dan Aerospace Information Research Institute dari Chinese Academy of Sciences. S1500 merupakan turbin angin generasi baru yang berbentuk seperti balon udara besar atau aerostat helium. Lengkap dengan struktur sayap melingkar yang berfungsi sebagai duct atau saluran angin untuk meningkatkan efisiensi penangkapan energi angin.

Sistem ini memiliki dimensi yang sangat besar panjang 60 meter, lebar 40 meter. Dan tinggi 40 meter dengan total volume hampir 20.000 meter kubik. Di dalamnya terdapat 12 turbin mikro sebesar 100 kW yang bekerja bersama untuk menangkap energi angin di ketinggian yang lebih tinggi daripada turbin konvensional.

Pada uji terjun yang di lakukan di wilayah Xinjiang China, sistem tersebut berhasil mengudara hingga ketinggian sekitar 1.500–2.000 meter di atas permukaan tanah. Di mana angin umumnya lebih kuat dan lebih stabil di bandingkan di permukaan. Dari ketinggian ini, angin mampu di ubah menjadi listrik melalui generator yang kemudian di transmisikan ke jaringan listrik menggunakan kabel teter yang menghubungkan turbin di udara dengan tanah.

China Sebut Punya Manfaat Energi Angin di Ketinggian

Mengapa teknologi seperti ini penting? Salah satu tantangan terbesar dalam pembangkit listrik tenaga angin konvensional adalah ketergantungan pada lokasi yang tepat dan bangunan menara yang sangat tinggi. Turbin darat perlu lahan luas serta biaya material dan konstruksi yang besar. Sementara turbin lepas pantai, meskipun memiliki angin yang lebih stabil, juga menuntut pondasi dan infrastruktur bawah laut yang kompleks.

Berbeda dengan itu, konsep turbin angin di udara (airborne wind power) memanfaatkan angin jet stream yang lebih kuat dan konsisten, memungkinkan produksi listrik yang lebih besar dengan biaya material rendah hingga 40% lebih hemat. Dan biaya listrik yang di hasilkan dapat lebih murah sekitar 30% di banding turbin konvensional.

Selain itu, turbin ini dapat dengan cepat di pindahkan ke lokasi lain berdasarkan kebutuhan. Misalnya di daerah terpencil, pulau kecil, atau bahkan daerah bencana untuk menyediakan listrik darurat. Karena sifatnya yang mobile, teknologi ini di anggap cocok untuk suply listrik di tempat yang sulit di jangkau tanpa infrastruktur besar.

Potensi dan Tantangan Teknologi

Uji coba awal menunjukkan hasil yang menggembirakan. Misalnya, penerbangan S2000—versi lain dari teknologi turbin angin di udara. Berhasil menghasilkan sekitar 385 kWh listrik dan tersambung ke jaringan listrik lokal pada ketinggian 2.000 meter. Ini menunjukkan kemampuan nyata sistem airborne wind power untuk menghasilkan energi dan terhubung secara stabil ke grid listrik.

Namun demikian, teknologi ini masih dalam tahap awal pengembangan. Meski memiliki potensi besar, ada sejumlah tantangan yang masih perlu di jawab. Termasuk stabilitas operasi pada ketinggian ekstrem, keselamatan operasional, serta efektivitas biaya jangka panjang. Para ahli juga menilai bahwa sistem ini belum sepenuhnya menggantikan turbin konvensional. Tetapi bisa menjadi solusi komplementer dalam kerangka energi terbarukan yang lebih luas.

Kontribusi pada Transisi Energi Bersih

Langkah China ini bukan terpisah dari tren global yang makin mengutamakan energi bersih. Negeri Tirai Bambu sudah lama menjadi pemimpin dunia dalam kapasitas energi angin dan tenaga surya yang di kembangkan. Dengan jumlah konstruksi turbin darat dan lepas pantai yang jauh lebih tinggi dibanding negara lain.

Dengan inovasi turbin angin di udara, China tidak hanya mengejar target energi terbarukan domestik, tetapi juga memberi kontribusi besar terhadap inovasi teknologi energi global. Jika teknologi ini bisa di implementasikan secara komersial dalam beberapa tahun ke depan.

Exit mobile version