Site icon BeritaMetro24

Bencana Longsor Cisarua Puluhan Warga Hilang, SAR Di Hentikan

Bencana

Bencana Longsor Cisarua Puluhan Warga Hilang, SAR Di Hentikan

Bencana Longsor Besar Terjadi Di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Pada Sabtu Dini Hari, 24 Januari 2026. Longsor yang di picu hujan deras dan aliran material tanah bercampur air itu menerjang permukiman warga secara tiba-tiba dan menimbun puluhan rumah. Menimbulkan kerusakan besar serta sejumlah korban jiwa dan luka-luka. Hingga kini, proses penanganan masih terus berlangsung dengan sejumlah fakta penting yang perlu di ketahui.

  1. Puluhan Orang Masih Hilang dan Banyak Korban Di evakuasi

Memasuki beberapa hari pasca Bencana, data terbaru menunjukkan sebanyak 80 orang masih di nyatakan hilang dan di duga masih tertimbun material longsor. Tim gabungan yang bekerja di lapangan telah menemukan banyak korban terdampak. Dari data yang di perbarui, 50 kantong jenazah telah di kumpulkan oleh tim SAR, dan sejumlah mayat sudah di identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat. Sebagian jenazah masih dalam proses identifikasi.

Selain itu, data penanganan Bencana juga mencatat bahwa total warga terdampak mencapai 158–155 orang, tergantung pembaruan statistik terbaru, dengan sekitar 75 orang selamat dan puluhan lainnya masih dalam pencarian.

2. Kerusakan Perumahan dan Dampak Sosial

Longsor ini terjadi di tiga titik permukiman utama di Pasirlangu: Kampung Pasirkuning, Kampung Pasirkuda, dan Kampung Babakan Cibudah, dan menyebabkan 48 rumah rusak berat akibat tertimbun tanah dan material longsor. Selain rumah penduduk, satu fasilitas ibadah berupa musala juga rusak parah.

Banyak warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka. Hingga saat ini, tercatat 564 jiwa dari 186 kepala keluarga masih tinggal di posko pengungsian Desa Pasirlangu, menunggu bantuan dan perkembangan situasi.

  1. Operasi SAR Di hentikan Sementara karena Cuaca Ekstrem

Salah satu perkembangan kunci dari penanganan bencana adalah penundaan sementara operasi pencarian korban oleh tim Search and Rescue (SAR) gabungan. Operasi di hentikan karena cuaca ekstrem berupa hujan deras di sertai angin kencang. Yang membuat kondisi tanah semakin tidak stabil dan berisiko longsor susulan. ⠀

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menyatakan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas utama sehingga operasi tidak bisa di teruskan saat kondisi berbahaya. Pencarian akan di lanjutkan begitu cuaca membaik dan lokasi di nyatakan lebih aman untuk tim bekerja kembali.

4. Dugaan Penyebab Bencana Longsor Masih Dikaji

Pasca-bencana, muncul perdebatan mengenai penyebab longsor di Cisarua. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sempat menyoroti dugaan alih fungsi lahan sebagai faktor penyebab, mendorong pemerintah daerah untuk menelusuri masalah ini lebih jauh. Termasuk pembeda antara pelaku perorangan dan korporasi dalam alih fungsi lahan.

Namun, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa alih fungsi lahan bukan penyebab utama bencana ini. Analisis awal menunjukkan bahwa longsor di picu oleh kombinasi topografi lereng yang sangat curam, tanah yang gembur. Dan saturasi air tanah akibat curah hujan ekstrem beberapa hari sebelumnya. Faktor alam ini menjadi dominan dalam memicu pergerakan tanah yang tiba-tiba.

5. Prajurit TNI AL Juga Jadi Korban

Selain warga sipil, bencana ini juga menimpa sejumlah personel TNI AL yang tengah menjalani latihan di wilayah Cisarua. Sebanyak 23 prajurit Korps Marinir dilaporkan tertimbun material longsoran saat latihan persiapan pengamanan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Papua. Hingga laporan terakhir, beberapa personel sudah di temukan meninggal dunia, tetapi sebagian lainnya masih dalam pencarian.

Respons dan Tindak Lanjut

Pemerintah daerah, tim SAR, pihak TNI dan Polri, serta relawan terus bersinergi dalam merespons bencana ini. Upaya evakuasi dan identifikasi korban di lakukan secara hati-hati, sekaligus memastikan keselamatan tim di medan yang sulit. Meski operasi sempat di hentikan sementara, pemerintah berkomitmen melanjutkan pencarian begitu kondisi memungkinkan.

Exit mobile version